blog`s_ID_Card

thank’s you for login to my website

cara membuat RSS 2.0


Saya akan coba menjelaskan tentang apa itu RSS, cara membuat RSS, serta fungsinya.
RSS adalah salah satu bentuk dari Web Syndication, RSS singkatan dari “Really Simple Syndication”, Versi dari RSS: 0.91, 0.92 dan 2.0

Berikut yang akan saya bahas adalah RSS versi 2.0, mengapa??
Karena versi 2.0 adalah versi terbaru dan banyak di pakai.

– Fungsi dari RSS

Web Syndication adalah sedikit potongan kecil dari content/isi website kita yang kita share dengan website lain. Fungsi dari Web Syndication adalah memberikan Feed kepada website lain yang menggunakan RSS website kita.
Format Web Syndication: RSS, ATOM, RDF.

– Cara Membuat RSS
Perlu anda ketahui dalam pembuatan RSS ada beberapa Element yang wajib, dan Optional

+ Yang Wajib

Element Deskripsi Contoh
title Sama dengan title dari website anda Belajar Website | Menbuat Website
link URL dari title http://www.ilmuwebsite.com
description Kalimat yang menjelaskan title Web Development, Pendidikan Ilmu
Web Website Secara Gratis
dan Bahasa Indonesia

+ Yang tidak Wajib

Element Deskripsi Contoh
language Bahasa, jika English maka web kita
di golongkan sbg web English
en-us
copyright Copyright untuk content title Copyright 2007, ilmuwebsite.com
managingEditor Email dari Editor black.scorpio.night@gmail.com
webMaster Email Webmaster black.scorpio.night@gmail.com
pubDate tanggal publikasi Sat, 07 Sep 2002 0:00:01 GMT
lastBuildDate Waktu terakhir perubahan content Sat, 07 Sep 2002 9:42:31 GMT
category kategori category>Newspapers</category>
generator generator yg digunakan MightyInHouse Content System v2.3
docs
cloud
ttl
image image yang digunakan dlm RSS
yg di izinkan: GIF, JPEG or PNG
textInput
skipHours
skipDays

FireFox dan Opera sangat support dengan RSS.

Berikut sedikit contoh RSS 2.0 dari ilmuwebsite.com, anda bisa mengembangkan sendiri:

——-
<?xml version=”1.0″?>
<rss version=”2.0″>
<channel>
<title>RSS 2.0 | Update Artikel Terbaru Dari ilmuwebsite.com</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>ilmuwebsite.com adalah sebuah organisasi / komunitas yang bergerak dalam pengembangan tehnik pembuatan website. Kami ada untuk membantu teman-teman yang ingin belajar membuat website. Tujuan kami adalah membantu perkembangan website Indonesia</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 12:00:00 GMT</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 31 Mar 2007 12:00:00 GMT</lastBuildDate>
<docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>
<generator>Weblog Editor 2.0</generator>
<managingEditor>black.scorpio.night@gmail.com</managingEditor>
<webMaster>black.scorpio.night@gmail.com</webMaster>

<item>
<title>News | Sedikit penjelasan Web Syndication</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
&lt;img src=&quot;TN_psd0171.JPG&quot; align=&quot;right&quot; &gt;
Saya akan sedikit jelaskan tentang Web Syndication Apa itu Web Syndication?? Web Syndication adalah sebagian kecil dari website content yang tersedia untuk website lain Secara umum Web Syndication adalah sedikit potongan content dari website kita dimana content tersebut meliputi materi yang selalu kita update seperti “latest news”, “tutorial” atau “forum post”[...]
</description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Kuliah PHP | Penjelasan fungsi include();</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
- include()
- include_once()
- require()
Fugnsi di atas berguna untuk menggabungkan file PHP atau bukan PHP kedalam file PHP
+++ include()
sebagai contoh
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>PHP Tutorial | Validasi Form dengan PHP</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Anda mau membuat peraturan untuk form-form di website anda??
Seperti:

- Nomor Telephone Harus memakai awalan “0″ dan minimum 5 angka
- Email Harus [...]
</description>
</item>

<item>
<title>HTML | Advance CSS</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Di sini saya akan jelaskan bagaimana cara membuat CSS tingkat lanjut
ini adalah lanjutan dari artikel saya yang kemarin yaitu “Sedikit Perkenalan dengan CSS”
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>Domain | Domain Gratis | CO.NR</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Teman-teman saya mau informasikan bahwa ada penyedia domain gratis yang lumayan bagus
Salah satunya adalah
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>AwardSpace | Free PHP MySql</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Hari ini saya akan coba membahas free hosting yang bisa dikatakan bagus untuk free
host kelas PHP Mysql
Sebelumnya, saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah memberitahukan
bahwa awardspace cocok untuk di bahas
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>Hacking | Sedikit penjelasan mengenai XSS vulnerability</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Apaan sih XSS tuh ?
Mungkin anda yang akrab dengan dunia internet pernah men dengar istilah SQL Injection, XSS atau Cross Site Scripting. 2 kelemahan atau vulnerability pada sebuah website yang kerap kali dimanfaatkan oleh para cracker untuk
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>Linux | Baru !!! Fedora Core 7 Test 2</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
Pagi-pagi surfing langsung dapet kabar bagus. Proyek lanjutan RedHat linux yaitu Fedora Core terbaru yakni versi 7 Test ke 2, udah siap di download
[...]
</description>
</item>

<item>
<title>Jaringan | Sedikit Penjelasan Hardware Jaringan</title>
<link>http://www.ilmuwebsite.com/</link>
<description>
]Yup, kali ini saya akan coba jelaskan sedikit gambaran mengenai fungsi dari hardware jaringan yang telah di request. Yakni Router, Switch dan Hub. Langsung aja ke bahasannya
[...]
</description>
</item>

</channel>
</rss>

——-

Jika di buka dengan firefox hasilnya seperti ini:

Setelah anda membuat RSS, anda bisa mem-verifikasi ke:
Feed Validator —>> http://www.feedvalidator.org

Ingat RSS harus di update terus, mengikuti perkembangan content website

Februari 19, 2009 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Setting web server debian

Setting up a local web server in Debian Linux

Submitted by Rollie Hawk on Mon, 2006-01-16 21:12.

Any web developer, designer, or webmaster can benefit from having a local web server. Even if that developer has no interest in securing and maintaining the server his or her websites live on, a local server can act as a convenient mirror for testing updates, trying new designs, and other general sand-boxing activities.

Web developers whose hosts utilize the popular LAMP platform (Linux + Apache + MySQL + PHP) are frequently hit with a dilemma. Since understanding Linux is not a prerequisite for website administrators, many of them lack the knowledge necessary for setting up a LAMP server from scratch (or at least they may think so). But thanks to the improved package management on Linux distributions like Debian, installing a functional web server is not nearly the chore it was just a couple years ago.

A note on security and other concerns

You may be wondering why I used the qualifier “local” to describe the web server we are about to set up. This is because our LAMP server will not be ready for prime-time, so to speak. For running a public server, you’ll need a lot more than a tutorial to get you up to speed.

In this case, we’ll be setting up a local server where security, stability, and backups are not nearly as important. So if you plan to set this up on your only computer or in your router’s DMZ, consider yourself warned.

Where will we set this up?

So does this web server need to be set up on a secondary computer or can we set it up anywhere? Obviously, this will depend on your situation.

If you are on your Windows laptop, of course this won’t work. There are actually easier options available if you want to do that. But if you are already using a Linux system, it’s just as easy to set this up on that system.

For this demonstration, we’ll be installing this LAMP server on a co-located server of mine. This will usually require a few extra security tweaks but will depend on your distro, as some won’t allow any servers to listen to remote connections by default.

The basic Linux setup

Setting this all up assumes you have a running version of Linux already installed. I won’t walk you through that part.

If you don’t have one and have an old box you’d like to use, I’d suggest using Debian as we are about to. But if you are new to Linux, you might want to try using a hard disk installation of Knoppix as the procedure will be identical.

Of course, you aren’t limited to Linux exclusively. All elements of LAMP (sans the Linux part) have been ported to most operating systems.

Setting up Apache

For the actual “web server” portion of our web server (i.e. the service sharing the web pages) we’ll be using Apache 2. In addition to being free and open source, Apache is by far the most used web server software on the Web.

Either dropping to a shell or connecting remotely, we’ll start by checking for updates to the Debian package lists. If you’ve done this recently or just did a fresh Internet-based installation, this won’t be necessary. This will require root access.

lineman@soundwave:~$ su
Password:
soundwave:/home/lineman# apt-get update
Get:1 http://security.debian.org stable/updates/main Packages [174kB]
Hit http://apt-mirror.sourceforge.net apt-mirror/ Packages
Ign http://apt-mirror.sourceforge.net apt-mirror/ Release
Get:2 http://security.debian.org stable/updates/main Release [110B]
Hit ftp://mirrors.kernel.org stable/main Packages
Hit ftp://mirrors.kernel.org stable/main Release
Hit ftp://mirrors.kernel.org stable/main Sources
Hit ftp://mirrors.kernel.org stable/main Release
Fetched 174kB in 3s (48.4kB/s)
Reading Package Lists... Done

Now that we’ve updated out package lists, we’ll tell Linux to go grab Apache. To fully install Apache, we’ll need more than one package. Thanks to Debian’s APT, we’ll be able to download and install all those dependencies with minimal work.

soundwave:/home/lineman# apt-get install apache2
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following extra packages will be installed:
  apache2-common apache2-mpm-worker apache2-utils
Suggested packages:
  apache2-doc lynx www-browser
The following NEW packages will be installed:
  apache2 apache2-common apache2-mpm-worker apache2-utils
0 upgraded, 4 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 1097kB/1131kB of archives.
After unpacking 4018kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y

Although it isn’t a requirement, APT suggested installing the Apache documentation. So we’ll go ahead and install that just in case. It suggested Lynx too but we probably won’t be needing that.

soundwave:/home/lineman# apt-get install apache2-doc
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following NEW packages will be installed:
  apache2-doc
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 0B/3861kB of archives.

Now we’ll do a quick check to verify Apache is running.

soundwave:/home/lineman# /etc/init.d/apache2 start
Starting web server: Apache2httpd (pid 11205) already running

So it looks like Apache is running, but let’s not take that scripts word for it. I mean, we’re setting up a web server so why not use a web browser? To do this, just plug the IP address of your server into the address box of your favorite browser. This should forward you to http://servername/apache2-default/ where you’ll find a page congratulating you on your successful Apache installation.

If you’d like to start by editing this sample page, it’s easy enough to do. The default Apache files are stored in /var/www/apache2-default on your server.

To edit the English version of the page, we’ll just have to use Nano (or another text editor) to edit /var/www/apache2-default/index.html.en.

soundwave:/home/lineman# nano /var/www/apache2-default/index.html.en

If you’d like to play with a few of Apache’s settings, the main configuration file is /etc/apache2/apache2.conf. Since by default Debian will allow external connections to Apache, you may want to limit connections to your localhost or local network only.

If you’d like to make web folders for individual accounts, all that is needed to make a directory in the user’s home directory called /public_html. For example, if your username is “lineman,” you’ll need to mkdir /home/lineman/public_html. Files stored in that directory will then be viewable in your web browser at the address http://servername/~lineman/.

At this point, if all you want to work on and host are static pages, you are done. But for those who want to do more interesting things using the LAMP platform, we’ll move on.

Setting up MySQL

There are plenty of Apache-friendly database servers available, but MySQL is certainly a popular option. Again, this one is free and open source.

We’ll start by installing MySQL in a manner similar to the way we installed Apache.

The following extra packages will be installed:
  libdbd-mysql-perl libmysqlclient12 mysql-client mysql-common
Suggested packages:
  mysql-doc
The following NEW packages will be installed:
  libdbd-mysql-perl libmysqlclient12 mysql-client mysql-common mysql-server
0 upgraded, 5 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 4523kB of archives.
After unpacking 10.5MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y

Once MySQL begins to install, we’ll get a brief warning screen. This is mainly to fill us in a little on how passwords will work. By default, the root user MySQL has no password (something you will want to change for a public server).

Before moving on, we’ll make sure the MySQL service is running.

soundwave:/home/lineman# /etc/init.d/mysql start
Starting MySQL database server: mysqld...already running.

If you’d like to change some of MySQL’s settings from their default values, take a look at the files located in /etc/mysql.

As with Apache, APT suggests we install the MySQL documentation. Just to be safe, we’ll go ahead and do that.

soundwave:/home/lineman# apt-get install mysql-doc
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
Package mysql-doc is not available, but is referred to by another package.
This may mean that the package is missing, has been obsoleted, or
is only available from another source
E: Package mysql-doc has no installation candidate

Unfortunately, this package has been removed from Debian. So if we want the documentation, we’ll have to grab the documents directly from MySQL.com.

If you are already comfortable using MySQL from the command line, you can probably skip the section on phpMyAdmin further down. But if you aren’t, phpMyAdmin will make your life much easier.

Setting up PHP

While HTML is a useful markup language, it lacks the sophisticated scripting ability that the modern Web user expects. This is where scripting languages like JavaScript, ASP, and PHP are needed. In particular, server-side scripts like those used in PHP and ASP provide a framework for building security-minded Web interfaces.

It is with good reason that most Linux-based hosts use PHP over ASP (and not because LAMA just doesn’t sound all that desirable). PHP is a completely free and open source operating system. Cost aside, there are security considerations here. PHP has certainly not had a spotless record of security, but flaws are found much more quickly and are fixed almost immediately.

Now if you really want to use ASP, Apache can be made to support it. However, support is limited.

Most of us, though, are using PHP (hence the popularity of LAMP) so we’ll go ahead and set it up. Again, this starts on the command line.

soundwave:/home/lineman# apt-get install php4
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following extra packages will be installed:
  apache-common libapache-mod-php4
Suggested packages:
  apache apache-ssl apache-perl php4-pear
The following NEW packages will be installed:
  apache-common libapache-mod-php4 php4
0 upgraded, 3 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 2460kB of archives.
After unpacking 6357kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y

Since we will be using both PHP and MySQL on our server, we’ll go ahead and install the PHP’s MySQL module to help them play together better. We’ll also install PHP’s Pear extensions since so many packages will require it.

soundwave:/home/lineman# apt-get install php4-mysql php4-pear
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following extra packages will be installed:
  php4-cli
Suggested packages:
  php4-dev
The following NEW packages will be installed:
  php4-cli php4-mysql php4-pear
0 upgraded, 3 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 1860kB/1882kB of archives.
After unpacking 5095kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y

There are a few other packages we’ll need to install to get Apache working with PHP.

soundwave:/home/lineman# apt-get install libapache2-mod-php4 php4-cgi
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
The following extra packages will be installed:
  apache2-mpm-prefork
The following packages will be REMOVED:
  apache2-mpm-worker
The following NEW packages will be installed:
  apache2-mpm-prefork libapache2-mod-php4 php4-cgi
0 upgraded, 3 newly installed, 1 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 5024kB of archives.
After unpacking 9441kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y

All the necessary packages are installed, but we aren’t quite done yet. Using your favorite text editor, we’ll need to make some changes to /etc/apache2/apache2.conf. First, locate the line “#AddType application/x-httpd-php .php” and un-comment the line by removing the # from the beginning. Next, we’ll need to add the line below.

LoadModule php4_module /usr/lib/apache2/modules/libphp4.so

To get those changes to take effect, we’ll have to restart Apache. If we don’t, web browsers will be downloading our full PHP files rather than Apache processing them first.

soundwave:/home/lineman# /etc/init.d/apache2 restart

To show that PHP is working, we’ll make a small PHP file and stick it in our web folder. Within the directory /home/lineman/public_html, I’m going to add a file called index.php with the following contents:

<?php
  phpinfo();
?>

This will generate a PHP page at http://servername/~lineman/ that will tell us a lot about our PHP installation.


Setting up phpMyAdmin

Don’t listen to the people who’ll tell you that you are cheating if you don’t run MySQL from the command line. Not only is that method more difficult, but you risk doing more damage if you make a mistake.

phpMyAdmin is a web interface designed specifically for administering MySQL. While there are times that MySQL is best used directly (like when you are moving a 50 MB database to a new co-located server), phpMyAdmin is commonly used to handle day-to-day database issues.

The installation of phpMyAdmin is fairly straightforward.

soundwave:/home/lineman# apt-get install phpmyadmin
Reading Package Lists... Done
Building Dependency Tree... Done
Suggested packages:
  php4-gd php5-gd
The following NEW packages will be installed:
  phpmyadmin
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 5 not upgraded.
Need to get 2768kB of archives.

Once the installation begins, we’ll be presented with a question about which web servers to reconfigure. Since we used Apache2, be sure to check that. When prompted, go ahead and have Apache2 restarted.


To test out phpMyAdmin, we’ll first point our web browser to http://servername/phpmyadmin/. We will connect using the username “root” and a blank password. Once we do, phpMyAdmin will greet us with stern warning about our blank password. Clicking on “Change password” will allow us to set one and get rid of that warning.

November 17, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Instalasi antena KU band

CARA INSTALASI ANTENA KU BAND

by didi2k3@telkom.net

Sinyal Ku band memiliki beamwidth (lebar berkas) lebih kecil dari C band sehingga mengakibatkan penyetelan antena parabola lebih sulit dibandingkan C band. Selain itu Diameter antena juga berhubungan dengan beamwidth C atau Ku band, dimana tuning antena yang berdiameter lebih besar akan lebih sulit dibandingkan diameter yang kecil, karena antena berdiameter besar memiliki beamwidth yang lebih sempit. Jadi menyetel antena untuk Ku band akan relatif lebih mudah pada dish berdiameter kecil (6 feet ke bawah). Sebuah antena yang telah di tuning pada Ku band akan berfungsi baik pada C band, tetapi kebalikannya, antena yang di tuning di C band belum tentu berfungsi di Ku band.

Mesh atau Solid?

Sebuah solid dish yang memiliki bentuk parabola sempurna akan memantulkan sinyal yang sama banyaknya dengan mesh dish yang memiliki 1,25 x diameternya. Jadi secara teori: 6 feet perfect solid dish = 1,25 x 6 = 7,5 feet perfect mesh dish. Untuk memilih solid atau mesh dish, adalah hal yang lebih penting apabila dish tersebut memiliki bentuk parabola yang sempurna sehingga gain yang dihasilkan maksimum. Lalu bagaimana kalau yang tersedia hanya mesh dish saja? OK, asal dish tersebut memiliki persyaratan sbb:

Mesh memiliki lubang tidak lebih besar dari 1/4” (0,4 – 0,5 cm) atau sinyal 10-12 ghz akan ‘lewat’ dan tidak terpantulkan.

Mekanisme mounting antena harus cukup presisi sehingga tidak mempunyai gerak (spelling) di setiap arah sumbunya, misalnya ketika antena ditiup angin dan mempunyai smooth tracking sepanjang kurva satelit, dsbnya.

Actuator juga memiliki ‘ketelitian’ Ku band – tidak memiliki gerak lebih dari 1/16” ketika ditekan/diputar.

Sinyal Beam

Masalah klasik kalau ada yang bertanya “apakah saya bisa menerima siaran Ku ini dan itu?” Untuk jelasnya sebelum mengeluarkan biaya yang relatif mahal, ada baiknya melihat foot print sinyal Ku satelit yang anda inginkan untuk mengetahui apakah sinyal Ku band tersebut melingkupi daerah anda. Juga dapat bertanya dengan rekan-rekan yang sudah pernah mencoba atau berhasil.

Di bawah ini saya ambil contoh foot print satelit NSS6 95°E yang memancarkan sinyal Ku untuk spot North East Asia. Pada gambar jelas terlihat satelit tersebut tidak memancarkan sinyal untuk daerah Indonesia, tetapi untuk Philipina dengan beam pancaran terbesar 53 dbW, Jepang, Korea, dan sebagian China serta Rusia. Bila diteliti, beam sinyal terkecil adalah 42 dbW dapat diterima di sebagian kalimantan dan nyaris pulau Sumatra. Berdasarkan Tabel Perbandingan besarnya pancaran dan ukuran dish yang diperlukan, dapat kita ketahui secara teori bahwa besar minimal diameter dish yang dibutuhkan untuk dapat menerima sinyal tersebut adalah 110 cm. Selanjutnya tinggal keberuntungan anda, apakah anda tinggal di daerah yang masih di dalam cakupan sinyal Ku tersebut – walaupun hanya spill-over signal? Apakah peralatan dan setting antena anda cukup akurat, dsbnya. Bagi yang senang bereksperimen merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk mencoba menerima sinyal ‘tumpahan’ tersebut dengan antena berukuran besar – 8 feet ke atas.

Satelit Ku NSS-6 95°E North Asia Spot

Tabel untuk Ku LNBF dengan Noise Figure (NF) = 0.6 – 0.7 dB

Perbandingan besarnya kuat pancaran dan ukuran dish yang diperlukan.

Jenis Antena

Terdapat 2 jenis dish antena yang umum digunakan pada Ku band, yaitu Offset dan Prime focus dish. Prime focus dish adalah jenis dish antena yang biasa digunakan pada C band dimana LNBF terletak tepat di titik fokus dish. Offset dish adalah parabola dish yang dipancung sehingga memiliki luas permukaan yang lebih kecil dari dish parabola sesungguhnya. Keuntungan offset dish adalah bentuk fisik yang lebih kecil dan penerimaan sinyal Ku relatif tidak terganggu pada saat hujan dibandingkan prime focus yang terkadang harus kehilangan sinyal pada waktu hujan lebat. Kekurangannya adalah gain yang dihasilkan relatif lebih kecil dari pada parabola dengan diameter sesungguhnya – prime focus. Offset dish digunakan pada wilayah cakupan sinyal yang kuat. Untuk tingkat keberhasilan yang relatif besar disarankan menggunakan prime focus antena dan lnbf. Di tanah air beredar beberapa merk solid dish seperti Venus, Starcom, Matrix dan Technosat.

LNBF

LNBF Ku band memiliki harga yang relatif lebih mahal (200-400 RB) dibandingkan LNBF C band. Bentuk fisik lebih kecil dan cara penempatan pada titik fokus yang berbeda. Umumnya LNBF C band memiliki tanda (berupa garis dengan angka 0 di tengah dan 30 di kiri dan kanannya) dimana garis dengan angka 0 harus diletakkan pas ke arah Timur atau Barat dan kemudian dikoreksi (putar ke kiri-kanan) sampai mendapatkan gambar/sinyal terbaik. Hal ini dapat dijelaskan dengan terdapatnya 2 antena kecil di dalam wave guide (corong lnb) dimana masing-masing berfungsi sebagai antena berpolarisari vertikal dan horisontal. Berbeda dengan C band, Ku band LNBF memiliki hanya 1 antena yang letaknya sejajar dengan arah F konektor (terletak di dalam wave guidenya).

Gambar Offset Ku band LNBF

Ku band LNBF dibedakan 2 macam yaitu tipe Offset dan prime focus LNBF. Kedua tipe ini dipilih sesuai dengan jenis antena yang digunakan di atas. Offset LNBF umumnya memiliki rasio f/D = 0,5 ke atas sedangkan prime focus LNBF memiliki f/D = 0,3 – 0,4. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tipe LNBF yang sesuai dengan antena yang digunakan. Untuk menggunakan Offset LNBF pada prime focus antena boleh-boleh saja, terutama apabila sinyal Ku cukup besar beaming ke daerah anda. Tetapi sesungguhnya akan terdapat pengurangan gain yang cukup berarti karena faktor f/D yang berbeda antara LNBF dan dish. Apabila ingin hasil yang memuaskan: gunakanlah prime focus LNBF pada prime focus antena.

INSTALASI

1. Menghitung Titik Fokus

Menurut rumus kurva parabola titik fokus f (cm) adalah diameter (D) pangkat 2 dibagi dengan 16 x depth Martini glass.

f = D2/16.d

Jadi bila menggunakan antena 6 feet (180 cm) dengan depth 30 cm, maka titik fokus f (tempat menempatkan lnbf) adalah 67,5 cm dari dasar piringan antena.

Rasio fokus/Diameternya (f/D) = 67,5 cm/ 180 cm = 0,36.

Angka f/D inilah yang kita gunakan untuk mengatur naik turunnya adjustable scalar ring pada LNBF C band. Untuk menempatkan LNBF di titik fokus diperlukan bracket yang tersedia di pasaran. Dengan bracket ini anda dapat memasang LNBF di antena tipe tripod atau singlepod. Cara menginstallnya kurang lebih sama dengan LNBF C band. Tetapi pada Ku band LNBF, arahkan garis dengan angka O pada arah UTARA atau SELATAN. Bila tidak ada garis 0 sebagai gantinya arahkan KONEKTOR sesuai dengan arah Utara atau Selatan. Kemudian atur ketinggian LNBF supaya ring terletak 67,5 cm dari dasar antena- sesuai dengan jarak titik fokus hasil perhitungan.

Gambar prime focus Ku band lnbf dan bracket

Ada yang mungkin bertanya apakah dapat memasang LNBF Ku band di samping LNBF C band yang sudah terpasang? Karena saya belum pernah mencobanya, silahkan teman lain memberikan masukan apabila pernah mencobanya.

2. Setting Local Oscilator Frequency (LOF)

Untuk universal LNBF set LOFnya 9750/10600 dan 22 Khz Auto atau LOF1 9750 dan LOF2 10600. Umumnya receiver jenis baru telah memberikan pilihan setting otomatis ketika kita memilih LO tersebut, tinggal memilih jenis LNBF universal dengan LOF 9750/10600 dsnya. Apabila menggunakan LNBF tipe lama, set LOF=9750 dengan switch 22 Khz OFF untuk low band 10,7-11,7 Ghz dan LOF=10600 dengan switch 22 Khz ON untuk high band 11,7-12,75 Ghz. Cara setting ini dapat berbeda tergantung dari receiver yang digunakan.

3. Tips Mencari sinyal

Cara termudah, gunakanlah sinyal C band untuk mencari arah kurva (Timur-Barat) satelit terlebih dulu. Untuk mencari sinyal, tune antena pada salah satu frequensi/sinyal C band analog atau digital. Setelah didapatkan sinyal quality dan sinyal strength terbaik, ganti LNBF dengan Ku band dan scan di freq yang anda inginkan. Bila sinyal strength besar tetapi sinyal qualitynya 0 atau kecil, koreksi Deklinasi (Arah Utara – Selatan) dengan mur setelan di antena. Perhatikan bahwa 1 – 2 kali putaran baut Deklinasi tersebut dapat memiliki perbedaan yang sangat besar: Sinyal quality dari 0 – 100 %. Dari percobaan-percobaan yang telah saya lakukan, tipe mounting seperti pada gambar memberikan hasil yang paling akurat dan waktu penyetelan yang cepat.

Gambar mur setelan Deklinasi

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah frequency, symbol rate, dll. pada satu LNBF/Receiver dengan lnbf/receiver lainnya tidak mutlak sama. Hal ini besar pengaruhnya pada Ku band, tidak seperti halnya C band. Misalnya Siaran A pada Freq. 12.000 Mhz Hor SR:10.000 k/s pada receiver X belum tentu sama dengan receiver Y, Z dsbnya. Pada receiver Y mungkin sinyal quality baru stabil/lock pada 12.002 Mhz dengan SR: 10.001 k/s dan di receiver Z pada 12.004 Mhz SR: 10.003 k/s, dstnya. Ini menjelaskan kenapa terkadang sulit untuk mencari sinyal Ku band berdasarkan informasi dari Web site atau teman, yang pada C band tidak pernah/jarang ditemukan. Anda harus berimprovisasi – play with your remote! Setelah melakukan semua langkah diatas tetapi anda masih belum mendapatkan sinyal yang dicari? Satu hal yang paling mungkin adalah karena anda telah menggunakan tiang / post yang memiliki diameter yang lebih kecil dari diameter mounting antena. Sehingga usaha berjamjam untuk mencari sinyal menjadi sia-sia karena antena memilih gerak (meskipun sedikit, tetapi tidak bisa ditolerir untuk Ku band) bebas ke dua sumbu. Pemecahannya adalah perbaiki diameter tiang dengan diameter yang pas dengan mounting antena sehingga tidak memiliki gerakan lagi. Bisa dengan mengganti dengan tiang baru atau menambahkan pipa berdiameter lebih besar sepanjang pipa mounting (plus 10-20 cm). Diameter luar pipa/tiang yang sering ditemukan adalah 7,5 cm sedangkan pada beberapa produk antena, diameter bagian dalam mounting adalah 8-8,5 cm.

SUMBER : http://c.1asphost.com/mainsource/Indonesia.asp

November 17, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

setting wireless Edimax

Ikuti Langkah-Langkah berikut ini Untuk Menjadikan Edimax sebagai Hotspot dan Client :

untuk wireless AP Edimax sebagai hotspot:

  1. Pastikan Wireless AP Edimax anda sudah menyala dan kabel LANnya terhubung dengan komputer anda.

  2. Secara default IP Address dari Edimax adalah 192.168.2.1, jadi anda perlu menyeting IP Address komputer anda, misal 192.168.2.2.

  3. Buka browser favorit anda, lalu ketikkan pada address bar http://192.168.2.1

  4. Bila sudah muncul, maka tampilan awal adalah “Status and Information”, yang berisi informasi umum dari Wireless AP Edimax anda.

  5. Klik “Basic Setting” untuk menjadikan Wireless AP kita menjadi Access Point, berikut hal-hal yang perlu di setting:

Mode: AP

Band: 2.4 GHz (B+G)

ESSID: isi terserah anda

Channel Number: 11 (pemberian channel number akan dijelaskan pada point 6)

Lalu klik “Apply”, klik “Apply” lagi, tunggu Wireless AP anda akan melakukan restart. Bila sudah selesai, klik “OK”.

  1. Pemberian “Channel Number” sangatlah penting dan tidak boleh asal-asalan. Hal ini akan tampak bila di daerah jangkauan hotspot anda terdapat lebih dari 1 buah access point, maka akan terjadi interferensi.

Berikut caranya:

    1. pastikan bahwa channel yang anda gunakan tidak sama dengan AP yang berada disekitar anda. Gunakan NetStumbler untuk melihat channel dan AP yang telah ada.

    2. Untuk menghindari terjadinya interferensi, kita harus memberikan channel yang berbeda dari channel yang sudah ada. Contoh:

Channel yang sudah ada: 11

Channel yang kita berikan untuk AP kita: 8

Untuk Wireless AP Edimax sebagai Client:

  1. Klik Tab Basic Setting Pilih Mode “Station Infrastructure” Apply

  1. Masuk ke Basic Setting Site Survey Pilih AP yang akan dikoneksikan Lalu klik Connect.

  2. Lakukan test ping komputer lokal atau ping ke internet, semoga berhasil, God Bless You.

November 17, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Perangkat wireless yang di butuhkan

Banyaknya pertanyaan yang diajukan ke penulis mengenai panduan peralatan yang dibutuhkan membuat RT RW Net, mendorong kami menuliskannya dalam blog ini,
pertama yang anda siapkan, adalah bahwa anda sudah memiliki koneksi internet Unlimited di tempat atau rumah yang akan dijadikan sebagai pemancar Wireless LAN(WLAN) anda.
Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. Access Point

Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal(ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

2. Antena Omni

Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meski ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.

3. Box Access Point

Untuk melindungi access point anda, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini memang harus diletakkan persis di bawah antena.

4. Kabel Pigtail/Kabel Jumper




Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.

5. POE (Power Over Ethernet)


Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka anda memerlukan alat “POE” ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

6. Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)
Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

8. Tower

Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.
## PERANGKAT CLIENT WLAN ##

Pada sisi client, untuk menangkap sinyal dari “antena omni” anda maka perangkat client sbb :
1. Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih ekonomis jika menggunakan wajan bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.

2. Apabila jarak client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan kedua antena eksternal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari pemancar anda. Berikut rekomendasinya :
- Jarak 0-1 KM, pakailah wajan bolic lebih ekonomis
- Jarak 1-2 KM, Akses poin merk Edimax/Minitar/Linksys, antenanya anda bisa
pakai Yagi atau Backfire
- Jarak 2-3 KM, Akses poin merk Edimax/Minitar/Linksys, antena Grid 24db
- Jarak 3-10 KM. Akses poin merk Senao SL2611/Mikrotik, antena Grid 24db
- Jarak 10 KM lebih, Akses poin merk Senao ECCB3220/Mikrotik, antena Grid
24db.
*Daftar harga bisa dilihat di www.netkom-wifi.com

November 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Mikrotik router Os

Kenalan Dengan Mikrotik RouterOS

MikroTik RouterOS Configuration Sunday, February 25, 2007

Apa sih MikroTik RouterOS itu? MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network (PC Router) yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, Lembaga Pendidikan, Perusahaan Komersial, Provider Hotspot.

Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”

1. Set IP untuk masing-masing ethernet card
#ip address add address=192.168.0.2/24 interface=ether1
#ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2

Untuk menampilkan hasil perintah di atas ketikkan perintah berikut:

#ip address print

Kemudian lakukan testing dengan mencoba nge-ping ke gateway atau ke komputer yg ada pada LAN. Jika hasilnya sukses, maka konfigurasi IP Anda sudah benar

#ping 192.168.0.1
#ping 192.168.10.2

2. Menambahkan Routing
#ip route add gateway=192.168.0.1

3. Setting Domain Name Server
#ip dns set primary-dns=192.168.25.45 allow-remote-requests=yes
#ip dns set secondary-dns=202.127.110.242 allow-remote-requests=yes

Karena koneksi ini menggunakan Wireless Provider Cengkareng, maka DNS yg aq pake ya punya Provider Cengkareng. Silahkan sesuaikan dengan DNS provider Anda.

Setelah itu coba Anda lakukan ping ke telkom.net atau ping ke yahoo.com misalnya:

#ping telkom.net
#ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka settingan DNS sudah benar.

4. Source NAT (Network Address Translation) / Masquerading
Agar semua komputer yg ada di LAN bisa terhubung ke internet juga, maka Anda perlu menambahkan NAT (Masquerade) pada MikroTik.

#ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

Sekarang coba lakukan ping ke telkom.net atau ping ke yahoo.com dari komputer yang ada di LAN (komputer client)

#ping telkom.net
#ping yahoo.com

Jika hasilnya sukses, maka setting masquerade sudah benar.

5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Karena alasan agar praktis untuk setting client, gunakan aja salah satu fitur MikroTik yaitu DHCP Server. Biar klo tiap ada client yang connect, kita ga perlu setting IP secara manual. Tinggal obtain aja dari DHCP Server, beres dah. Untungnya MikroTik ini juga ada fitur DHCP Servernya….huehuehuehue…:D

Membuat IP Address Pool

#ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.10.2-192.168.10.254

Menambahkan DHCP Network

#ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.25.45,202.127.110.242

Menambahkan Server DHCP

#ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

Sekarang coba lakukan testing dari komputer client, untuk me-request IP Address dari Server DHCP. Jika sukses, maka sekali lagi, settingannya udah benar.

6. Bandwidth Control
Agar semua komputer client pada LAN tidak saling berebut bandwidth, maka perlu dilakukan yg namanya Bandwidth Management atau bandwidth control

Model yg saya gunakan adalah queue trees. Untuk lebih jelas apa itu, silahkan merujuk ke situsnya MikroTik (http://www.mikrotik.com/documentation//manual_2.7/Root/Queue.html)

Contoh Kondisinya seperti ini:

Koneksi Internet Wireless di skull aq kira-kira speeednya 1024/64 Kbps (Download/Upload), nah kondisi itu sangat jarang tercapai. Jadi kita harus cari estimasi rata²nya. Maka saya ambil minimalnya untuk download bisa dapet sekitar 300 Kbps dan untuk upload aq alokasikan 50 Kbps. Sedangkan untuk yg maksimumnya, untuk download kira² 600 Kbps dan upload 60 Kbps.

Lalu, jumlah komputer client yang ada saat ini adalah 10 buah. Jadi harus disiapkan bandwidth itu untuk dibagikan kepada 10 client tersebut.

Perhitungan untuk masing² client seperti ini:

Minimal Download: 300 / 10 * 1024 = 30720 bps
Maksimal Download: 600 / 10 * 1024 = 61440 bps

Minimal Upload: 50 / 10 * 1024 = 5120 bps
Maksimal Upload: 60 / 10 * 1024 = 6144 bps

Selanjutnya kita mulai konfigurasinya:

Tandai semua paket yg asalnya dari LAN

#ip firewall mangle add src-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=Clients-con chain=prerouting

#ip firewall mangle add connection-mark=Clients-con action=mark-packet new-packet-mark=Clients chain=prerouting

Menambahkan rule yg akan membatasi kecepatan download
#queue tree add name=Clients-Download parent=ether2 packet-mark=Clients limit-at=30720 max-limit=61440

Menambahkan rule yg akan membatasi kecepatan upload
#queue tree add name=Clients-Upload parent=ether1 packet-mark=Clients limit-at=5120 max-limit=6144

Sekarang coba lakukan test download dari beberapa Client, mestinya sekarang tiap2 client akan berbagi bandwidthnya. Jika jumlah client yg online tidak sampai 10, maka sisa bandwidth yang nganggur itu akan dibagikan kepada client yg online.

7. Graphing/MRTG
Mikrotik ini juga dilengkapi dengan fungsi monitoring traffic layaknya MRTG biasa. Jadi kita bisa melihat berapa banyak paket yg dilewatkan pada PC Mikrotik kita.

#tool graphing set store-every=5min

Berikutnya yang akan kita monitor adalah paket² yg lewat semua interface yg ada di PC Mikrotik kita, klo di komputerku ada ether1 dan ether2.

#tool graphing interface add-interface=all store-on-disk=yes

Sekarang coba arahkan browser anda ke IP Router MikroTik. Klo aq di sini:

http://192.168.10.1/graphs/

Nanti akan ada pilihan interface apa aja yg ada di router Anda. Coba klik salah satu, maka Anda akan bisa melihat grafik dari paket2 yg lewat pada interface tersebut.
Sekian dlu konfigurasi MikroTik RouterOS…

CMIIW
Just Try It!!!
Selamat Mencoba…

November 13, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Membuat Dokumen HTML

Dokumen HTML merupakan Teks murni (ASCII) dengan kode-kode special. Maksudnya adalah dokumen HTML hanya akan berisi Tulisan berupa Huruf, Angka, tanda baca dan karakter-karakter lainnya termasuk Kode-kode Tag HTML itu sendiri.

Membuat dokumen HTML sebenarnya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara manual dan dengan cara menggunakan HTML Editor. Cara manual memerlukan banyak tenaga dan waktu karena anda akan banyak melakukan pengetikan, sedangkan kalau menggunakan HTML Editor seperti MS Front Page, Asymetrix WEB Publisher, Macro Media BackStage dll, akan mempermudah pekerjaan anda termasuk tenaga dan waktu.

Apa yang dibutuhkan?
Anda hanya memerlukan sebuah program penyunting teks untuk membuat dokumen HTML. Penyunting teks disini yang saya kira cukup untuk digunakan adalah Write/Word Pad, Note Pad, walaupun masih banyak penyunting teks lainnya seperti MS Word dsb.

Bentuk Umum HTML
Dibawah ini ada contoh/bentuk umum dari sebuah dokumen HTML yang akan terlihat pada waktu kita membukanya dengan menggunakan Text Editor atau NotePad:

<HTML>
<TITLE>Anak Irian’s Home Page</TITLE>
<BODY>Hallo apa kabar?<BR>
Mudah-mudahan kabarnya Baik.
</BODY>
</HTML>

Dari contoh diatas jika anda membuka file ini dengan menggunakan MicroSoft Internet Browser atau Netscape, anda hanya akan melihat tulisan:

Hallo apa kabar?
Mudah-mudahan kabarnya Baik.


Tanda ‘/‘ atau “</>” menandakan akhir perintah tag, entah itu untuk </HEAD>, </TITLE> dsb.

Jika ada Pembuka, harus ada Penutupnya juga!

Keterangan:

  • <HTML>Pembuka/Awal setiap membuat suatu dokumen HTML.
  • </HTML>Penutup/Akhir dari suatu dokumen HTML.
  • <TITLE>Tag Pembuka untuk Judul Halaman/dokumen HTML.
  • </TITLE>Tag Penutup untuk Judul Halaman/dokumen HTML.
  • <BODY>Tag Awal dari Apa yang akan diketikan/diisi pada Dokumen HTML.
  • </BODY>Tag Penutup dari sisan dokumen HTML.
  • <BR> Tag untuk memisahkan satu baris menjadi dua baris

Yang harus diingat adalah:
Apa yang kita ketikan di NotePad dengan yang akan ditampilkan sebagai suatu dokumen di Internet akan kelihatan beda.

Kode-kode TAG HTML dan Contohnya
Saya akan menjelaskan secara singkat mengenai kode-kode Tag pada HTML.

<!– Isian Komentar anda –>
Untuk mengisi Komentar anda (untuk mempermudah perbaikan atau koreksi)
Semua ketikan yang diapit oleh tag <!– –> tidak akan tampil saat dokumen dibuka oleh browser.

  • Contoh:
    <!– Aturan Warna, Huruf dan Link Mulai dari sini –>

<A HREF>
Untuk membuat Link ke halaman lain atau halaman yang sama dengan topic tertentu.

  • Contoh:
    Klik disini untuk <A HREF=”halaman2.htm“>Pindah ke halaman 2</A>
    Hasilnya:
    Klik disini untuk Pindah ke halaman 2
  • Contoh2:
    <A HREF=”http://www.yahoo.com/“>Klik disini</A>untuk ke Yahoo!
    Hasilnya: Klick disini untuk ke Yahoo!

</A>
Menutup suatu Link.

<A NAME>
Membuat nama jangkar untuk Link ke tempat tertentu pada halaman yang sama ataupun yang berbeda berdasarkan topic yang diinginkan.

  • Contoh:
    <A NAME=”kodetaghtml”>Kode-kode TAG HTML dan Contohnya</A>
  • Contoh2:
    <A HREF=”index.htm#kodetaghtml”>Kode-kode TAG HTML</A>

</A>
Menutup suatu Link.

<B>
Membuat Text yang berada diantara kedua Tag menjadi Tebal (bold)

  • Contoh:
    <B>
    Peringatan!</B>Pemerintah.
  • Hasilnya: Peringatan Pemerintah.
  • Contoh2:
    Peringatan!<B>Pemerintah</B>.
  • Hasilnya: Peringatan Pemerintah.

<BGSOUND>
Menambahkan bunyi, baik itu file MID ataupun WAVE pada dokumen HTML anda.

  • Contoh:
    <BGSOUND SRC=”jazz.mid“>
  • Contoh2:
    <BGSOUND SRC=”tada.wav“>

<BODY>
Menentukan warna atau gambar latar belakang dokumen, warna text, jenis huruf, warna Link, warna Link yang telah dikunjungi serta link yang aktif.

BGCOLOR = Warna latar belakang
BACKGROUND = Gambar latar belakang
FONT SIZE = Ukuran Huruf
FONT COLOR = Warna Huruf
LINK = Warna untuk Text Link
VLINK = Warna untuk Text Link yang telah dikunjungi

  • Contoh:
    <BODY BGCOLOR=”FFFFFF FONT SIZE=3 FONT COLOR=”000000 LINK=”0000FF VLINK=”FF0000“>
  • Contoh2:
    <BODY BACKGROUND=”logo.gifFONT SIZE=3 FONT COLOR=”000000LINK=”0000FFVLINK=”FF0000“>

<BR>
Membagi Suatu baris menjadi Dua baris (tanpa jarak antara kedua baris), diletakan di depan kata/huruf yang mau dipindahkan ke baris berikutnya.

<CENTER>
Membuat Teks atau Grafis yang diapit Tag Center berada ditengah-tengah browser (Align Center)

  • Contoh:
    <CENTER>Selamat Datang</CENTER>
  • Contoh2:
    <CENTER><IMG SRC=”logo.jpg“></CENTER>

</CENTER>
Menutup Kode Tag Center.

<FONT>
Merubah Jenis Huruf, Ukuran Huruf dan Warna Huruf.

  • Contoh:
    <FONT FACE=”Comic Sans MS” FONT SIZE=4 FONT COLOR=”000000″>Selamat Datang di Anak Irian’s Home Page!</FONT>
    Hasilnya:

    Selamat Datang di Anak Irian’s Home Page

</FONT>
Penutup untuk Tag Huruf.

<H1..H6>
Menentukan Ukura Header/Topic dari pada Dokumen

  • Contoh:
    <H1>Ini H1</H1>
    Hasilnya: Ini H1
  • Contoh:
    <H2>Ini H2</H2>
    Hasilnya: Ini H2
  • Contoh:
    <H3>Ini H3</H3>
    Hasilnya: Ini H3
  • Contoh:
    <H4>Ini H4</H4>
    Hasilnya: Ini H4

<HR>
Membuat Garis Horizontal pada dokumen HTML anda.

  • Contoh:
    <HR>
    Hasilnya:


<HTML>
Perintah yang selalu diletakan pada bagian awal dokumen HTML yang menyatakan bahwa dokumen ditulis dalam kode HTML.

</HTML>
Perintah yang selalu diletakan di Akhir suatu dokumen HTML.

<I>
Membuat Teks pada dokumen yang diapit oleh Tag <I> dan </I> menjadi miring (Italic)

  • Contoh:
    Computer merupakan
    <I>Ilmu Praktisi</I> dan bukan Teori belaka.
    Hasilnya: Computer merupakan Ilmu Praktisi dan bukan Teori belaka.

</I>
Menutup Tag Miring (Italic)

<IMG>
Memasukan Gambar Grafis, GrafisMap, serta Animasi kedalam dokumen HTML anda.

  • Contoh:
    <IMG SRC=”toshi.gif“>
  • Contoh:
    <A HREF><IMG SRC=”
    mirclgo.gif“></A>
  • Contoh:
    <IMG SRC=”
    toshi.avi“>

Contoh pertama merupakan cara memasukan gambar, contoh kedua merupakan contoh cara menggunakan gambar sebagai link dan contoh yang ketiga merupakan contoh untuk memasukan gambar animasi (AVI) kedalam dokumen HTML.

<P></P>
Menentukan Awal dan Akhir sebuah Paragraf.

  • Contoh:
    <P>
    Ini merupakan Awal serta akhir dari Paragraf pertama
    </P>

<TITLE></TITLE>
Menentukan Judul untuk tiap dokumen HTML yang anda buat. Judul ini akan nampak pada Titlebar browser anda.

  • Contoh:
    <TITLE>Anak Irian’s Home Page</TITLE>


November 6, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

20 Rahasia Syaitan (Dialog Iblis vs Rasulullah SAW)

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”

Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1):

“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”

Pertanyaan Nabi (2):

“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

Jawab Iblis:

“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingá menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Pertanyaan Nabi (3):

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:

“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”

Pertanyaan Nabi (4):

“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis:

“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”

Pertanyaan Nabi (5):

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.

Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”

Pertanyaan Nabi (6):

“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8):

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi (9):

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:

“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”

Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”

Pertanyaan Nabi (10):

“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”

Pertanyaan Nabi (11):

“Siapa yang serupa dengan engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):

“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):

“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa

pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya

tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):

“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):

“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:

Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):

“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lelapkan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):

“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):

“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu memakaikan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

Pertanyaan Benny(1):

“Apa yang mencerahkan matamu?”

Jawab *****:

“Orang yang taat nonton Film bokep,main game bokep serta tindakan-tindakan yang berbau Bokep.”

Oktober 27, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

installasi server debian 4.0

DNS SERVER
Install dengan perintah apt-get install bind9
Kemudian edit beberapa file konfigurasi named.conf yang terletak di /etc/bind9/named.conf
tambahkan

zone “tkj.com” {
type master;
file “/var/cache/bind/db.tkj”;
};

zone “192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/var/cache/bind/db.192″;
};

setelah itu kamu buat konfigurasi zona file dengan cara
cp db.local /var/cache/bind/db.tkj
cp db.127 /var/cache/bind/db.192

kemudian edit db.192

;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA tkj.com. root.tkj.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS tkj.com.
1.1.168 IN PTR tkj.com.
www IN PTR tkj.com.
setelah itu simpan kemudian edit db.tkj

;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA tkj.com. root.tkj.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS tkj.com.
@ IN A 192.168.1.1
www IN A 192.168.1.1

setelah itu simpan dan keluar.
Kemudian restart dns anda dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart jika tidak muncul error kemungkinan kerjaan anda berhasil
Cek dengan perintah

jika anda tidak menggunakan klient

ping tkj.com
ping http://www.tkj.com/
nslookup
>set type=PTR
>192.168.1.1
>set type=SOA
>tkj.com
dig tkj.com or dig http://www.tkj.com/

jika anda menggunakan klient (windows)

seting ip anda
ip address : 192.168.1.9
subnet mask : 255.255.255.0
gateway : 192.168.1.1
preffered DNS server : 192.168.1.1

kemudian ping ke nama DNS anda jika berhasil maka dns anda dah jadi.

DHCP3 SERVER

Install dengan perintah apt-get install dhcp3-server
Kemudian edit dhcpd.conf dengan perintah
mcedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.2 192.168.1.10;
option domain-name-servers 192.168.1.1;
# option domain-name “internal.example.org”;
option routers 192.168.1.1;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

ket : lainnya kasih tanda comment aj (#)

setelah itu restart dengan perintah
/etc/init.d/dhcp3-server restart
jika tidak ada masalah berarti dhcp telah berhasil

kemudian coba di klien (windows)

· masuk control panel> klik 2x network connections>klik kanan local network connection dan pilih repair.
· Klik 2x icon local network trus pindah ke support dan klik repair.

FTP SERVER

Install dengan perintah
apt-get install vsftpd

Kemudian edit vsftpd.conf dengan perintah mcedit /etc/vsftpd.conf

# Uncomment this to enable any form of FTP write command.
write_enable=YES

# Allow anonymous FTP? (Beware – allowed by default if you comment this out).
anonymous_enable=YES

# Uncomment this to allow local users to log in.
local_enable=YES

keterangan:
Ø write_enable=YES
Disini option untuk menentukan apakah folder yang di share dengan FTP. attribut nya Read Only atau Writeable.

Ø anonymous_enable=YES
pada bagian ini adalah option untuk menentukan apakah anonymous (siapa
saja) dapat masuk kedalam FTP anda atau tidak.

Ø local_enble=YES
Sedangkan pada bagian ini adalah option untuk mangaktifkan user pada linux sebagai user pada FTP Server anda. Jadi setiap orang yang akan masuk ke Server FTP anda harus terlebih dahulu terdaftar pada user login pada Linuxnya.


SQUID SERVER

Install dengan perintah
apt-get install squid

Squid terdiri dari 2 jenis yaitu:
manual proxy
transparent proxy

MANUAL PROXY

Konfigurasi squid.conf

acl labtkj src 192.168.1.0/255.255.255.0
http_access allow labtkj

konfigurasi hak akses

acl_jangan dstdomain http://www.friendster.com/
http_acces deny jangan
untuk memblokir suatu situs berdasarkan pada alamat websitenya

acl_tidak url_regex -i sex
http_access deny tidak
untuk memblokir situs berdasarkan kata kunci (alamat yang terdapat nama sex tak bisa di buka)

acl_no url_regex ”/home/porno.txt”
http_access deny no
untuk memblokir situs berdasarkan daftar situs yang kita taruh pada tempat tertentu (misalnya kita taruh pada direktori /home/porno.txt)
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

isi dari file “/home/porno.txt”
http://www.nude.com/
http://www.bedclip.com/
http://www.game-online.com/
http://www.playboy.com/

memberi izin akses berdasarkan hari dan waktu

Singkatan     Arti
S                    Sunday
M                  Monday
T                   Tuesday
W                  Wednesday
H                   Thursday
F                    Friday
A                    Saturday

acl waktu time S 06:00-12:00
http_access deny waktu labtkj

kemudian setting pada klien

Untuk Internet Explorer, pengaturan Proxy ada pada menu Tools > Internet Options > Connections. Klik tombol LAN Settings… kemudian tandai checkbox Use a proxy server dan isi Address dengan IP 192.168.1.1 dengan port 3128. Pastikan komputer klien mempunyai IP yang sekelas dengan komputer server.

Untuk mozilla klik tools>options>connection settings checkbox manual proxy configuration masukkan alamat proxy anda, misalnya 192.168.1.1 port 31288 dan kosongkan No proxy for:

SAMBA SERVER
Installasi Samba
#apt-get install/samba/samba-client
akan muncul beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan konfigurasi samba seperti workgroup dan dhcp server, jawab sesuai dengan jaringan anda.

Menyiapkan User dan Directory Kita sediakan user dan directory yang akan digunakan untuk directory sharing dan otentikasi, Untuk membuat directory baru menggunakan perintah
#mkdir share
Untuk membuat user baru sekaligus membuat passwordnya menggunakan perintah
#useradd tkj#smbpasswd -a tkj
Menkonfigurasi File Konfigurasi SambaFile utama konfigurasi samba terletak pada /etc/samba/smb.conf. Konfigurasi file sharing Anda dengan menambahkan :

#vim /etc/samba/smb.conf[SHARE]path=/home/vanfier/sharebrowseable=yeswriteable=yesvalid users=tkj

Test KonfigurasiUntuk pengecekan Samba bisa menggunakan perintah berikut :

# testparmLoad smb config files from /etc/samba/smb.confProcessing section “[homes]”Processing section
“[SHARE]”Processing section
“[printers]”Processing section
“[print$]”Loaded services file OK.
Server role: ROLE_STANDALONEPress enter to see a dump of your service definitions
Bila output Anda sama dengan diatas, maka konfigurasi Anda tidak terdapat error
Sekarang restart samba untuk mendapatkan effect konfigurasi yang telah anda buat
#/etc/init.d/samba restart
Untuk mengetahui lebih banyak tentang option konfigurasi samba, bisa dilihat dengan mengetikan
#man samba
Testing SambaUntuk testing samba, dapat dilakukan pada terminal debian dengan menggunakan perintah berikut :
#smbclient -L //debianserver -U username
Untuk di windows bisa menggunakan perintah run

Mail Server

webmail server
#apt-get install apache2 tekan enter
#apt-get install php5-cgi
#apt-get install courier-imap pilih yes
#apt-get install squerrelmail
#cd /var/www
#ln -d -s /usr/share/squerrelmail
#L
#http://ip-server/squirrelmail/src/configtest.php
#vim /etc/courier/authdaemonrc
authmodulelist=”autpam” pada baris ke 27
#squerrelmail-configure
ada opsi 1–10
pilih : 2,A,8,courier,point 9,detect,s,q
Membuat Mail Directori
#maildirmake-courier /root/Maildir
#maildirmake-courier /home/user(nama dari user)/Maildir
#chown user:user -R(rekursif untuk semua direktori) /home/user/Maildir
Mengkonfigurasi Exim4
#dpkg-reconfigure exim4-config
akan ada pilihan dan pilih seperti dibawah ini
yes,ok,pilih atas,enter,enter,enter,enter,enter,no

menambah user
#useradd mailtest(nama user) -d /home/Mailtest
#passwd ailtest
#mkdir /home/mailtest
#chown mailtest:mailtest -R /home/mailtest
#maildirmake.courier /home/mailtest/Maildir
#chown mailtest:mailtest /home/mailtest/Maildir

untuk mencoba ke client buka browser ketik url no_ip_webserver/suqerrelmail
untuk menguninstal
#aptitude purge apache
#aptitude autoclean
#deselect (untuk mengetahui paket2 yg sudah atau belum terinstal)

September 18, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

konfigurasi IP tables di linux

ptables merupakan aplikasi untuk administrasi filtering paket dan Network Address Translation (NAT) pada Ipv4. Iptables digunakan untuk konfigurasi, merawat dan memeriksa rules tables (tabel aturan) tentang filter paket IP yang terdapat di kernel linux. Tiap-tiap tables memiliki beberapa built-in (bawaan) chains kernel linux dan chains buatan user sendiri. Setiap chains memiliki list / daftar aturan untuk mencocokkan suatu paket yang datang. Setiap aturan tersebut berfungsi memberikan keputusan eksekusi apa yang akan dilakukan bila paket yang datang cocok dengan aturan yang telah dibuat.
Contoh Gambar kegunaan iptables :

iptablesjpg.png

Terlihat bahwa komputer A, B dan C mengirim paket data kepada komputer D yang sudah dilengkapi iptables. Pada konfigurasi iptables dibuat pernyataan bahwa hanya paket yang memiliki huruf c yang boleh diterima komputer D, selain itu ditolak semua. Dan hasilnya, hanya komputer C saja yang bisa mengirimkan paket dan diterima komputer D. Kegunaan iptables adalah untuk memFiltering/menyaring paket dan Network Address Translation (NAT) pada Ipv4. Misalkan bila ada komputer asing yang mengirimkan paket data untuk keperluan scanning atau hacking maka paket tersebut langsung ditolak oleh komputer kita.

Iptables memiliki 4 tabel aturan yaitu filter, nat, mangle dan raw. Yang seringkali digunakan dalam pengaturan jaringan adalah aturan “filter”,pada IPtable terdapat chains (rantai) yang berisi rules / aturan. Namun perlu diketahui tiap table memiliki chains yang berbeda-beda. Chains pada tables “filter” dari 3 fungsi yaitu INPUT, FORWARD dan OUTPUT. INPUT untuk paket yang disiapkan untuk soket lokal atau komputer kita sendiri. FORWARD untuk paket yang diarahkan / routing ke box dan OUTPUT untuk paket yang di generate / dibuat sendiri. Cara gampangnya untuk memahami, chains INPUT berguna untuk mengatasi paket data yang masuk. FORWARD berguna untuk mengalihkan paket yang datang dan OUTPUT berguna untuk menghasilkan paket data yang akan diteruskan nantinya.

iptables_diagramjpg.png

Didalam satu chain terdiri dari beberapa rule / aturan. Tiap-tiap aturan tersebut memiliki urutan prioritas tersendiri. Bila ada paket datang maka akan disesuaikan dengan chains. Setelah dikelompokkan maka paket tersebut diseleksi oleh rule yang terdapat pada chain. Bila ada paket datang yang tidak cocok dengan aturan pertama maka akan diteruskan menuju seleksi aturan kedua dan selanjutnya hingga aturan terakhir. Berikut command-command yang umum digunakan :

-A
yaitu append. Memiliki struktur -A [chain] [aturan]. Berfungsi untuk menetapkan aturan ke dalam chains. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1

-D
yaitu delete aturan. Memiliki struktur -D [chain] [aturan] atau -D [chain] [nomor urutan aturan]. Berfungsi untuk menghapus aturan dari chains atau menghapus aturan berdasarkan urutan list didalam chains. Contoh : iptables -D INPUT 1 ( menghapus aturan pertama dalam chain INPUT )

-I
yaitu insert. Memiliki struktur -I [chain] [nomor urutan aturan] [aturan]. Berfungsi untuk memasukan aturan baru kedalam chain. Bila nomor urutan aturan adalah 1 berarti aturan tersebut dimasukkan ke prioritas utama dalam chain. Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1

-R
yaitu replace. Memiliki struktur -R [chain] [nomor urutan aturan] [aturan baru]. Berfungsi untuk menimpa / me-replace aturan lama dengan aturan baru dalam chain. Contoh : iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1 ( menimpa rule kedua dengan rule baru -s 192.168.0.1

-P

yaitu policy. Memiliki struktur -P [chain].contoh : iptables -P INPUT DROP.perintah ini digunakan untuk mengubah Policy.

-L
yaitu list. Memiliki struktur -L [chain]. Berfungsi untuk menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semua chain. Contoh : iptables -L INPUT

-F
yaitu flush. Memiliki struktur -F [chain]. Berfungsi untuk menghilangkan semua aturan pada chain. Contoh: iptables -F FORWARD ( menghapus semua aturan didalam chain FORWARD )

-N
yaitu new. Memiliki struktur -N [chain]. Berfungsi untuk membuat chain baru. Contoh: iptables -N GET

-X
yaitu delete chain. Memiliki struktur -X [chain]. Berfungsi untuk menghapus chain dan ini berbeda dengan -D yang berguna untuk menghapus rule saja. Untuk menghapus chain, dipastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada aturan-aturan didalam chain tersebut. Dapat digunakan flush untuk menghapus aturan-aturan di dalam chains, Contoh: iptables -X GET

-E
yaitu rename chain. Memiliki struktur -E [chain lama] [chain baru]. Berfungsi untuk me-rename / mengganti nama chain yang ada didalam iptables. Contoh: iptables -E GET PUT

Setelah kita mengetahui perintah-perintah pada iptables, yang kira perlu pahami berikutnya adalah parameter. Kita melihat contoh perintah “iptables -I OUTPUT 2 -s 192.168.0.1″. Disini, -s merupakan parameter. Kegunaan parameter adalah untuk mengidentifikasikan spesifikasi aturan dan digunakan untuk mengikuti perintah umum seperti add, delete, insert, replace dan append.

-p

yaitu menunjukkan protokol. Untuk mengindentifikasikan protokol dalam rule seperti tcp(banyak digunakan service yang menggunakan IP), udp (digunakan untuk yang menggunakan broadcast), icmp(ping),dst diperlukan parameter ini.Contoh: iptables -A INPUT -p tcp

-m
yaitu match option. Mirip dengan -p tetapi perbedaannya adalah modul yang digunakan. Bila pada -p menggunakan modul yang bersifat spesifik tetapi berbeda dengan -m. Dengan menggunakan parameter ini, kita bebas menentukan nama module yang dipakai dan meng-variasikannya dalam perintah selanjutnya. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.0/16 -m comment –comment “IP yang di-blok” ( berarti modul comment berisi perintah –comment “IP yang di-blok” )

-s
yaitu source alamat hostname / ip. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.1

-d
yaitu destination / tujuan dari alamat ip. Contoh: iptables -A INPUT -d 192.168.0.2

-j
yaitu jump. Berfungsi untuk memberikan keputusan setelah paket data cocok dengan aturan. Biasanya terdapat di akhir perintah dan diikuti argumen perintah. Contoh : iptables -A INPUT -s 192.168.0.2 -j DROP.

-i
yaitu in-interface alias nama interface yang menerima kiriman paket ( terbatas pada chain INPUT, FORWARD dan PREROUTING saja ). Contoh: iptables -A INPUT -i eth0 -s 192.168.0.2

-o
yaitu out-interface alias nama interface yang akan mengirim paket keluar (terbatas pada chain FORWARD, OUTPUT dan POSTROUTING). Contoh : iptables -A OUTPUT -o eth1 -s 192.168.0.2

-c
yaitu counter untuk menghitung paket-paket yang lewat dari sebuah aturan. Penulisan parameter ditulis sebelum command semacam APPEND,INSERT,REPLACE,dst. Contoh : iptables -c -A INPUT -s 192.168.0.2

-n
yaitu numeric. Parameter ini akan menampilkan output numeric seperti hostname,ip, port, nama network,dst. Contoh: iptables -L -n

-v
yaitu verbose yang berarti menampilkan informasi secara keseluruhan alias dalam bahasa indonesia terjemahannya “bertele-tele”. Contoh: iptables -L -n -v

Sekarang kita sudah mendapatkan gambaran tentang penggunaan berbagai command dalam iptables. Lalu apa yang kurang? Argumen! argumen dibutuhkan untuk menentukan tindakan apa yang akan dilakukan setelah paket tersebut cocok dengan aturan pada iptables. Ada beberapa argument seperti:

ACCEPT,
Menerima paket data yang datang.

DROP
mengesampingkan paket data yang datang dan tidak memberikan reply. Sehingga paket yang datang langsung dibuang begitu saja tanpa memberikan balasan report kepada pengirim paket.

REJECT
menolak paket data yang datang. Berbeda dengan DROP, REJECT mengembalikan kembali paket yang telah dikirimkan tanpa flag / report.

DENY
menolak paket data yang datang dengan memberikan informasi. Berbeda dengan REJECT, DENY akan memberikan flag / informasi kepada pengirim paket bahwa paket yang dikirimkan telah ditolak.

CONTOH-CONTOH konfigurasi IPTables :

#menampilkan daftar aturan-aturan didalam chain. Bila chain tidak disertakan maka akan muncul aturan dalam semua chain.
Empty:~# iptables -L

#meng-drop semua kiriman paket dari ip address 192.168.0.1
Empty:~# iptables -A INPUT -s 192.168.0.1 -j DROP

#menerima paket TCP dari range ip address 192.168.0.1 sampai 192.168.0.15
Empty:~# iptables -A INPUT -p TCP -s 192.168.0.1/192.168.0.15 -j ACCEPT

#menolak semua paket ping loopback lokal ( interface yang digunakan adalah lo )
Empty:~# iptables -A INPUT -i lo -p ICMP -j DENY

#melihat list daftar aturan
Empty:~# iptables -L -n -v

#meng-drop filter INPUT.
Empty:~# iptables -P INPUT DROP

#meng-ACCEPT filter INPUT.
Empty:~# iptables -P INPUT ACCEPT

#untuk menerima paket ICMP(ping) dari komputer/ip address tertentu setelah filter INPUT kita DROP.

Empty:~# iptables -A INPUT -s 172.18.12.9 -i eth0 -p ICMP -j ACCEPT

(jika ingin menerima paket apapun maka jangan sertakan option -p ICMP)

cukup dengan ==> Empty:~# iptables -A INPUT -s 172.18.12.9 -i eth0 -j ACCEPT

Juni 16, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Merancang jaringan dengan menggunakan paket tracer

Paket racer 4.1 adalah network simulator untuk mensimulasikan cara kerja router cisko dan kita dapat mensettingnya.

LANGKAH-LANGKAH :

Pastikan paket racer 4.1 sudah terintall pada komputer anda.

Jika belum terinstall lakukan installasi paket racer 4.1.

setelah itu masuk paket racer 4.1 dan buatlah rangkaian jaringan dengan beberapa router dan di setiap satu router terhubung     dengan satu PC.

  1. Hubungkan antara router dengan PC menggunakan kabel ethernet (kabel cross).
  2. Sedangkan antara router dengan PC menggunakan kabel serial.

Setelah semua terhubung mulailah mengkonfigurasi device satu persatu dengan meng-klik 2x pada gambar devics.

Kemudian akan muncul sebuah kotak dialog, untuk menkonfigurasi lewat text pilih CLI karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan.

Perintah-perintah yang biasa digunakan adalah :

  • Enable (ena) untuk masuk pada privilege command.
  • Kemudian ketik configure terminal (conf t) untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.
  • masuk Ethernet 0 untuk mengkonfigrasi Ethernet 0 dengan mengetikkan (int f/0) interface ethernet0.
  • Setting ip address. Ketik ip address [alamat ip] [subnet mask].
  • Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.
  • Ketik exit untuk keluar dari intervace Ethernet0.
  • Masuk serial0 untuk mulai mengkonfigurasi serial0 Ketik interface serial0.
  • Setting ip address. Ketik ip address [alamat ip] [subnet mask].
  • Untuk serial harus diberi clock rate dan yang saya gunakan 64000, dengan mengetikkan clock rate 64000.
  • Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.

Setelah kita selesai mengkonfigurasi Router. Sekarang kita akan mengkonfigurasi PC. Langkah-langkah yang dilakukan :

Klik 2x pada gambar PC.

Masuk pada menu config.

Setting gateway. Sesuaikan IP gateway dengan IP router yang kita setting pada Ethernet0 di atasnya.

Klik FastEthernet dan masukkan IP address beserta subnet mask.

Setelah selesai mengkonfigurasi semua device, mulailah proses routing dengan langkah-langkah berikut :

STATIC ROUTING.

Kita akan menggunakan static routing. Kita juga dapat mengkonfigurasi melalui grafis atau text.

Yang akan kita gunakan adalah mode text karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan. Klik pada router dan masuklah pada CLI.

Kemudian ketik configure terminal untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.

Ketik ip route [ip tujuan] [subnet mask] [next hop]

Keterangan.

Ip tujuan adalah alamat network yang akan kita tuju.

Subnet mask adalah subnet mask alamat jaringan yang akan kita tuju.

Next hope adalah gateway yang menghubungkan antar kedua jaringan tersebut.

Buatlah beberapa routing sesuai yang kita butuhkan dengan rumus yang sama.

Setelah semua konfigurasi selesai kita coba dengan mengeping jaringan tersebut.

  • Pertama ping semua PC dengan Router.
  • jika berhasil coba ping jaringan satu dengan jaringan lainnya yang mempunyai alamat jaringan yang berbeda.
  • jika succes berarti kita telah melakukan routing dengan benar namun jika gagal kita harus memeriksa routing yang telah kita lakukan.

Routing IP Protokol (RIP)

Kita akan menggunakan Routing Ip Protokol (Rip). Kita juga dapat mengkonfigurasi melalui grafis atau text.

Yang akan kita gunakan adalah mode text karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan. Klik pada router dan masuklah pada CLI.

  • Kemudian ketik configure terminal untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.
  • Ketikkan router rip.
  • Ketikkan network [ip network router].
  • Masukkan ip network Ethernet dan ip network serial router tersebut.
  • Buatlah beberapa routing sesuai yang kita butuhkan dengan rumus yang sama.

Setelah semua konfigurasi selesai kita coba dengan mengeping jaringan tersebut.

  • Pertama ping semua PC dengan Router.
  • jika berhasil coba ping jaringan satu dengan jaringan lainnya yang mempunyai alamat jaringan yang berbeda.
  • jika succes berarti kita telah melakukan routing dengan benar namun jika gagal kita harus memeriksa routing yang telah kita lakukan.

Juni 16, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

router static

Membuat router

Konfigurasi Network Interface
Dalam Implementasi Router PC
Pada linux Redhat semua komunikasi jaringan terjadi antara interface (NIC) yang telah dikonfigurasi dan peralatan jaringan fisik yang terkoneksi dengan computer.

1. File Scrip Interface
File konfigurasi untuk antarmuka jaringan dan scrip untuk mengaktifkannya terdapat didalam direktori /etc/sysconfig/network-scripts. Secara default pada redhat didalam direktori ini dan direktori lainya terdapat tiga jenis file yaitu : file –file interface configuration, script-script interface control dan file –fole network function, bekerja bersama sama dengan sedemikian rupa hingga linux dapat menggunakan berbagai peralatan jaringan

  • File Konfigurasi Interface

Adalah file yang sangat penting yang digunakan oleh redhat untuk konfigurasi jaringan. Pemahaman terhadap peran file – file ini didalam jaringan akan sangat bermanfaat pada waktu mengatur secare keleluruhan
File tersebut adalah
1. /etc/host untuk meresolve hostname yang tidak dapat diresolve dengan cara lain sebagai contoh ip localhost.
2. /etc/resolv.conf untuk menentukan IP address dari DNS server dan pencarian domain. Dan file ini dibaca pada saat boo.
3. /etc/sysconfig/network untuk menentukan informasi routing dalam host untuk semua antarmuka.
4. /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg<nama-interface> digunakan untuk file yang terdapat pada satu file.

 Intreface Ethernet
Satu lagi file antar muka yang cukup popular adalah ifcfg-eth0, yang menandai network interface card (NIC atau Ethernet Card) pertama yang tedapat pada system. Dalam system yang mempunyai Ethernet lebih dari satu maka akan menampilkan nomor nomor sesuai dengan jumlah NIC.
Berikut ini adalah contoh file ifcfg-eth0 untuk system yang menggunakan IP addresstetap

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Nilai – nilai yang ditulis didalam file konfigurasi interface dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga contoh file ifcfg-eth0 untuk antar muka yang menggunakan DHCP terlihat sedikit berbeda karena informasi IP address disediakan oleh DHCP sever:

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes

Selain cara diatas anda bisa menggunakan tool GUI diantaranya adalah tool Network Configuration

Parameter yang ada dalam file configuration
1. BOOTPROTO=<protocol>, dimana <protocol> adalah sebagai berikut :

  • none :tidak ada protocol boot time yang disediakan
  • bootp : menggunakan protocol boop
  • dhcp : menggunakan protocol boot DHCP

2. BROADCAST=<address>dimana <address>merupakan alamat broadcast.
3. DEVICE=<number> dimana <name> adalah nama peralatan fisik ( bukan dinamis seperti peralatan PPP yang dialokasikan oleh ISP dan berupa nama logis).
4. DNS{1,2}=<address>dimana <address> adalah nama alamat name server yang diletakan pada file /etc/resolv.conf jika direktif PEERDNS diset menjadi yes
5. IPADDR=<address> dimana <address> adalah alamat IP yang akan digunakan oleh Ethernet
6. NETMASK=<mask> diaman <mask> adalah nilai subnetmask
7. NETWORK=<address> dimana <address>adalah IP address jaringan
8. ONBOOT=<answer> dimana <answer> adalah salah satu dibawah ini :

  • yes = peralatan ini aktif saat boot
  • no = peralatan ini tidak diaktifkan pada saat boot

9. PEERDNS=<answer> dimana <answer> adalah nilai salah satu dibawah ini :

  • yes = memodifikasi /etc/resolv.conf jika diaktifkan dns set. jika anda menggunakan dhcp maka yes merupakan defaultnya
  • no = tidak memodifikasi /etc/resolv.conf

10. SRCADDR =<address> dimana <address> adalah source yang ditentukan untuk paket luar
11. USERTL=<answer> adalah <answer> adalah salah satu nilai berikut :

  • yes = user non root diijinkan mengatur peralatan lain
  • no = user non root tidak diijinkan mengatur perlatan

2. Praktek Jaringan Router static
1. Periksa peralatan dalam PC harus mempunyai 2 buah eth0 atau eth1 dan dapat berfungsi dengan baik.
2. Masuk keterminal dan masuk sebagi user root
3. Periksa apakah NIC dapat terbaca dan dapat menempilkan informasi dengan cars sebagai berikut :
#dmesg |grep eth

4. Dengan menggunakan teks editor yang ada lakukan pengesetan sebagai berikut :
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.0.254
USERCTL=no

Seting pula eth1
# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1
DEVICE=eth1
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=10.252.0.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=10.252.0.254
USERCTL=no

Ket :
Jika sudah masuk ke vi / vim ingin mengedit tekan i lakukan pengeditan terhadap kedua file tersebut. Jika sudah dilakukan pengeditan simpan dan keluar dengan menekan Esc :wq

5. Aktifkan forward dengan megedit file scripts yang telah ada /etc/sysconfig/network sehingga dapat terdapat basis sebagai berikut :

FORWARD_IPV4=true
Jika tidak ada lakukan dibawah ini
6. Jika mau mengedit file yang telah ada /etc/sysctl.conf dan anda tinggal mengubah nilai false menjadi true.

net.ipv4.ipforward=1

7. Lakukan pengecekan apakah forward sudah berhasil atau belum dan nilainya harus 1.

#cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

8. Jika belum lakukan restar terhadap konfigurasi tersebut

#/etc/init.d/network restart

9. Cek ulang apakah sudah berhasil atau belum                             

April 29, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Menginstalasi Windows Server

1.Botting lewat cd rom.
2.WELCOME SETUP{disini kita mempunyai beberapa pilihan}
==>untuk setup tekan enter.
==>untuk repair tekan R.
==>untuk keluar dari SETUP tekan esc.
Dan kita tekan enter untuk melanjutkan instalation.
3.End user licence Agrement server licence for microsoft windows 2000 server produck.
==>tekan F8 untuk I Agree{saya setuju}
4.WINDOWS 2000 SERVER SETUP
==>Pilih to create a partition in the unpartitioned space.press C{untuk membuat partisi baru}.
==>To delete selected partition,press D{untuk mendelete partisi}.
5.TEkan enter untuk kembali menginstal,kemudian akan muncul setup will now format drive C.to continue press enter.{tekanlah enter untuk melanjutkan proses penginstalan}.
6.setelah itu akan muncul setup is formating untuk memformat partition baru pada drive C.
7.kemudian akan muncul A new partition for Windows 2000 has ben created.disini kita dapat memilih file system NTFS atau FAT32 yang akan kita gunakan.untuk menggunakan NTFS pilihFormat the partition using the NTFS file System dan tekan enter.
8.setelah itu akan muncul beberapa proses.
==>please wait while setup formats the partition C,tunggu proses pemformatan sampai selesai.
==>please wait while setup copies files to the windows 2000 installation folder.tungu proses sampai selesai.
9.kemudian komputer akan restart dan booting lewat hardisk.
10.INSTALING DEVICES.
==>Setup is detecting and instaling devices on your computer{komputer akan menditec/mengenali devices dan akan menginstall driver}
11.REGIONAL SETTING.
==>Disini kita dapat memilih negara dan bahasa yang akan kita gunakan.
==>mensetting waktu dan tanggal.
==>juga memilih characthers keyboard layout control.
Kemudian tekan Next.
12.PERSONALIZE YOUR SOFTWARE.
==>Isikan nama komputer dan Nama organitation kemudian==>tekan Next.
13.LICENCING MODES.
==>Pilih lisensing MOde yang ingin anda gunakan kemudian==>tekan Next.
14.COMPUTER NAME AND ADMINISTRATOR PASSWORD.
==>Isikan administrator password anda.
15.WINDOWS 2000 COMPONENTS.
==>Pilih componen software yang ingin kita inginkan.
16.PATE AND TIMES.
==>atur waktu sesuai keinginan anda.
17.INSTALLING COMPONENTS.
==>Setup is installing Windows 2000 components,tunggu proses samapi selesai.
18.seteleh selesai klik finish dan windows 2000 server siap digunakan.

Januari 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Iso tcp/ip

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Arsitektur

Arsitektur TCP/IP diperbandingkan dengan DARPA Reference Model dan OSI Reference Model

Arsitektur TCP/IP diperbandingkan dengan DARPA Reference Model dan OSI Reference Model

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:

Pengalamatan

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:

  • Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
  • Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana <nama_domain> mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan <nama_host> mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama “id” yang terdapat di dalam domain jaringan “wikipedia.org“. Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama “.” (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.
  • Layanan

    Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:

  • Pengiriman berkas (file transfer). File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan [[password]], meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)
  • Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC 854 dan RFC 855.)
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat RFC 1001 dan RFC 1002.)
  • Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem komputer.
    Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah rsh dan rexec.)
  • Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di Internet.)

Alamat IP

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4

Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.

Kriteria Alamat IP versi 4 Alamat IP versi 6
Panjang alamat 32 bit 128 bit
Jumlah total host (teoritis) 232=±4 miliar host 2128
Menggunakan kelas alamat Ya, kelas A, B, C, D, dan E.
Belakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat.
Tidak
Alamat multicast Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4 Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
Alamat broadcast Ada Tidak ada
Alamat yang belum ditentukan 0.0.0.0 ::
Alamat loopback 127.0.0.1 ::1
Alamat IP publik Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA) Alamat IPv6 unicast global
Alamat IP pribadi Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
Konfigurasi alamat otomatis Ya (APIPA) Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
Representasi tekstual Dotted decimal format notation Colon hexadecimal format notation
Fungsi Prefiks Subnet mask atau panjang prefiks Panjang prefiks
Resolusi alamat DNS A Resource Record (Single A) AAAA Resource Record (Quad A)

Januari 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

Menginstalasi WINE

Sebelum menginstall program tersebut kita lebih dahulu mendatabase-kan CD Debian agar mudah saat melakukan proses Instalasi dengan cara apt-cdrom add..

  1. Pertama masuk root terminal.
  2. Ketikkan “apt-cdrom add”.
  3. Lalu akan muncul pernyataan untuk Anda memasukan cd yang akan di databasekan.
  4. Kemudian masukkan CD Debian 1.
  5. Tunggu proses database CD.
  6. Kemudian ketikkan lagi “apt-cdrom add”.
  7. Masukkan CD Debian yang ke 2.
  8. Lakukan hal tersebut sampai CD Debian yang ke 8.

Setelah itu kita menginstall wine :

  1. Masuk ke “synaptic package manager” melalui desktop—administration–sypnatic package manager.
  2. Tekan tombol ctrl+F atau search pada menu bar.
  3. Ketikkan “wine”.
  4. Kemudian akan muncul package yang mengandung kata “wine”.
  5. Pilih dan centang libwine.
  6. Pilidan centang libwine gl.
  7. Pilih dan centang libwine alsa.
  8. Pilih dan centang libwine utils.
  9. Pilih dan centang libwine xwine.
  10. Pilih dan centang wine, setelah itu apply ke 7 packages tersebut.
  11. Proses instalasi akan berlangsung.
  12. Setelah itu akan muncul perintah untuk memasukan CD Debian 2,4,1,5.
  13. Kemudian masukkan CD Debian nya menurut yang diminta.
  14. Tunggu proses instalasi sampai selesai

Januari 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

remote dekstop

MENJALANKAN REMOTE :
1.Menjalankan remote dekstop dengan windows XP.
2.klik start==>all program==>accecories==>comucations==>remote dekstop.
3.ketik ip address server.
4.masukkan nama user dan password.
5.remote desktop siap di jalankan.
1.Menjalankan remote dekstop dengan linux debian.
2.jalankan terminal.
3.masuk super user{ketik su} dan ketik password root.
4.ketik rdekstop.
5.masukkan nama user dan password.
6.remote desktop siap di jalankan.
MENGAKTIFKAN REMOTE SERVER:
KLIK ==>START ==>PROGRAM ==>ACCECORIES ==>ADMINISTRATIF TOOL ==>CONFIGURE YOUR SERVER ==>NETWORKING ==>REMOTE ACCES ==OPEN
==>ADD SERVER ==>PILIH {THIS KOMPUTER} OK ==>KLIK KANAN SERVER ==> ENABLE AND CONFIGURE APPLE TALK ROUTING.

Januari 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

model ISO

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Hubungan antara OSI Reference Model, DARPA Reference Model dan stack protokol TCP/IP

Hubungan antara OSI Reference Model, DARPA Reference Model dan stack protokol TCP/IP

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.

Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit
pada setiap lapisan

OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut

Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Januari 15, 2008 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet

intalasi debian

1. Booting dari CD

2. Pada menu inputan pilihan jenis linux, ketikkan nama

3. Pilihan bahasa ——> american english

4. Pilihan negara ——> other–> asia –> indonesia

5. Pilihan keyboard —–> american english

6. Automatic detect hardware,network(dhcp)

7. Masukkan hostname

8. Masukkan domain name —> eepis-its.edu

9. Metode partisi —-> pakai entire disk

10. Skema partisi —-> all files in one partition

11. Finish partisi dan write changes to disk —–> pilih yes

12. Instaling debian base system

13. Install GRUB boot loader ——> pilih yes

14. Setelah instaling compled,ambil CD install —–> pilih continue

15. Komputer akan booting ulang

16. Anda akan lihat” Welcome to your new Debian System!”—à pilih OK

17. Konfigurasi waktu ——–> pilih no

18. Pilih asia/ Jakarta ( java & sumatra )

19. Konfigurasi password

root password

re-enter password

nama user / full name

nama user account

user password

re-enter password

20. Konfigurasi apt —–>

Masukkan CD DEBIAN dan pilih CDROM

CD-ROM device file —–>/dev/cdrom——>pilih OK

Tungggu beberapa saat

Muncul scan untuk CD Debian Yang lain ——–>pilih no

Muncul pilihan tentang informasi HTTP proxy ——–> kita kosongi —>OK

Pada waktu connect security.debian.org, kita CTRL-C untuk cancel

Muncul peringatan untuk access security —-> OK

21. Debian Software Debian Selection

Pilihan untuk memilih Paket yang akan diinstall (biarkan kosong) ——>ok

22. Selanjutnya pada anda akan diminta untuk mengkonfigurasi EXIM:

Configuring Exim v4 (exim4- Config) general typre of mail configuration

—>no configuration at this time —-> ok

Menu konfirmasi untuk Exim v4 —–>pilih yes

Menu untuk mempertanyakan tujuan mail (root and post mail recipent)

—>ketik sesuai dengan user—–>OK

Tunggu untuk reloding exim4 configuration files

23. Anda akan menemui menu Debian base System configuration (Thank you for choosing debian ) —>OK

24. Kemudian masuk pada login —> ketik root dan masukkan password untuk root

Desember 14, 2007 Ditulis oleh y4nto | Tidak terkategori | | No Comments Yet